Earth : The Special Planet

profile picture Thoriq Abdhi

Flat Earth, sebuah gagasan yang sudah ada sejak lama. Saat manusia mulai memperhatikan lingkungan ia berada. Terlampau jauh rasanya untuk membahas zaman Aristoteles, Babilonia, Mesir Kuno dengan segala Fir’aunnya. Padahal, Flat Earth saja masih dipercaya hingga abad ke 15 Masehi. Dalam buku Christine Garwood berjudul Flat Earth : The History of  an Infamous Idea mengatakan, sebelum adanya pelayaran besar, masyarakat eropa terkungkung oleh pemikiran tentang adanya batas dunia. Ujung dunia itu adalah air terjun yang entah kemana akhirnya. 

Magellan, Columbus, Vasco, dan lainnya berani menentang pikiran itu. Sekirannya tiada yang berani berlayar, mungkin bangsa eropa akan tertinggal dan kelaparan. Karena konstantinopel yang jatuh ketangan Utsmani. Berkat mereka yang tidak menghiraukan bumi yang datar itu, justru melahirkan masyarakat eropa yang dikenal saat ini.

Bumi, 2017

Dari semua materi Fisika SMA yang ada, ruang angkasa adalah materi yang dibilang paling mudah. Kalau alasannya karena gak banyak rumus atau hitungannya itu benar. Pelajaran ruang angkasa itu seperti oasis ditengah gurun. Guru Fisika lebih sering bercerita daripada menulis sekumpulan rumus tak jelas, yang tulisannya saja seperti aksara di prasasti.

Dari kecil tentu kita diajarkan bahwa bumi adalah planet berbentuk bola. Globe yang sangat keren itu banyak dijual di toko-toko. Globe dan ruang angkasa seolah menjadi imajinasi rumit bagi seorang yang masih awam tentunya. Hey! Di luar sana tidak ada batas timur, barat, apalagi bekasi. Ruang angkasa itu ruang hampa. 

Lalu, kenapa manusia, gajah, atau air laut bisa tetap di bumi? Seolah planet ini memiliki kekuatan sticky. Anak IPA yang belajar ruang angkasa pasti menjawab dengan mudah. Gravitasi lah Pak!

Bumi, 2018

Gravitasi membuat manusia, gajah, atau air laut tetap berada di bumi. Lalu, apa itu gravitasi? 

Ya pokoknya itu, medan magnet. Really? Sebuah magnet menarik daging gajah atau air laut. 

Ya gravitasi itu pokoknya 10 m/s2. Ha? Meter per detik kuadrat itu satuan untuk rumus percepatan.

Yaudah gravitasi itu semacam partikel graviton. -_-

Someone can tell me what is gravity?

Cerita Isaac Newton yang melihat apel jatuh dan menyebut bahwa hal tersebut karena disebabkan oleh sebuah gaya alam. Jadi Newton bukan menyebut gravitasi itu mutlak seperti dongeng, ‘pasti karena gravitasi’ tapi dia membandingkan apel dengan bumi yang saling tarik menarik karena memiliki gaya, karena apel jauh kalah besar massanya jadi apel ketarik ke bumi.

Jadi benar karena gravitasi. No, sampai sekarang gravitasi itu hanya sebatas teori. Teori yang kemudian dinamakan partikel graviton, partikel muon, dan apalah wujud untuk mendukung teori itu. Tak bisa dipungkiri gravitasi adalah alat untuk mendukung bumi berbentuk bulat.

Untuk diketahui bahwa Einstein saja tidak setuju dengan teori gravitasi, makanya sampai umur hidup dia konsisten dengan teori relativitas khusus. Einstein lebih condong pada elektromagnetik maxwell. Disini harus ditekankan bahwa sains itu bermula dari imajinasi, contoh robot. Jadi Einstein mengimajinasikan ruang dan waktu yang kita tempati ini seperti melekung karena adanya gaya elektromagnetik bumi. Aurora dan Pelangi. Einstein memang menolak gravitasi karena alasan cahaya, tidak ada yang dapat bergerak melampaui kecepatan cahaya. 

Sebagai Muslim

Tidak menampik bahwa dalam Islam ada yang memandang bumi bulat dan datar. Ijma ulama yakin bahwa bumi berbentuk bulat, karena  adanya peredaran matahari dan bulan serta gerhana. Tapi, mereka juga menganggap bumi sebagai geosentris. Jadi matahari, bulan, dan benda langit lain yang mengitari bumi. Ada juga beberapa ulama yang yakin bumi itu berbentuk datar. Dasarnya sederhana yaitu tentang cara sholat yang menghadap kiblat. 

Well, saya juga tidak banyak tahu tentang tafsir Al-Qur’an dan Hadist. Sejatinya sains adalah ilmu yang dapat dibuktikan, tidak hanya melalui proses hitung-hitungan. Bisa kalian cari perhitungan orang Babilonia dan Saros yang memperhatikan fase bulan untuk menentukan gerhana bulan, dan sampai saat ini digunakan oleh kita. 

Kesimpulan

Saya gak bisa membuktikan bumi itu bulat karena gravitasi, itu benar. Soal gerhana, siang dan malam tentu juga merupakan bukti bumi itu bulat. Saya hanya kurang yakin jika bumi itu memang bulat. Ibarat sebuah mobil, jika tanpa satu ban saja maka mobil itu akan melaju tidak baik. 

Terlalu naif juga mengatakan bahwa bumi itu datar seperti kata penggiat konspirasi. Untuk membuktikan bumi datar juga tidak ada yang dapat dipercaya. Narasi yang dibangun seolah selalu jahat semua. Saya kembali harus bersikap golput kali ini. Menurut saya semua orang bebas melihat dari sudut pandangnya bumi itu datar atau bumi itu bulat. Toh selama dia tidak menyebabkan celaka karena percaya bumi datar atau bulat, tak masalahkan.

Dan Brown menjelaskan dalam bukunya The Origin, bahwa sains dan agama tidak saling bersaing, mereka adalah dua bahasa berbeda yang berupaya menceritakan kisah yang sama. 

Ya, bumi adalah planet spesial dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. 

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By Thoriq Abdhi

This statement referred from