PERTAMINA DISERANG LAGI!
PERTAMINA BANGKRUT KARENA ALASAN INI!
BBM sekarang menjadi perbincangan hangat pada kalangan masyakarat, akibat kurang kerjasama dengan masyarakat, pertamina menjadi sasaran runyamnya politik yang semakin rincuh!
Minimnya pengetahuan Warga sering menganggap bahwa presiden yang telah mengubah ketentuan dan kesengsaraan mengenai perubahan terhadap BBM, minimnya ruang masyarakat dalam memahami era pemasaran yang kadang mempengaruhi pola pikirnya dalam menafsirkan kepemimpinan membuat mereka sering menuduh dengan mudah kenaikan BBM tanpa tau kebenarannya, bahkan tidak jarang dari mayoritas masyarakat bahwa naiknya BBM karena kewenangan pemerintah itu sendiri.
Masyarakat cenderung menyalahkan tanpa tau situasi yang dialami oleh negara, padahal kalau saja kita riset dari yang paling dasar, BBM merupakan sala satu aset negara yang harus dikondisikan demi kestabilan ekonomi negara.
Sala satu kelebihan perusahaan pertamina yang diakui oleh negara mendapatkan banyak keistimewaan khusus dalam kontrak kerja sama. Umumnya bagi hasil antara perusahaan migas dengan negara itu 15: 85 persen untuk minyak, dan 30 persen:70 persen untuk gas. 15 persen dan 30 persen ini jatahnya kontraktor loh.
Maka masyarakat mengartikan, bahwa politik adalah kestabilan BBM yang merupakan sala satu kebutuhan pokok yang mengikat pada masyarakat, dan ini merupakan pembuktian bagi masyarakat sejauh mana presiden bertindak dalam mengawal kepemimpinannya.
Setuju tidak? Banyak didesa desa para warga yang awam akan pengetahuan memberikan keputusan sendiri dan cenderung menyalahkan presiden ketika BBM naik.
Karena terkadang bagi masyakarat awam naiknya BBM menjadi tolak ukur terhadap pandangan masyarakat kepada pemimpin, hingga pada akhirnya rujukan dan alasan sering tidak diterima oleh mereka, walaupun nyatanya presiden punya alasan akurat mengapa BBM dinaikkan.
walaupun hanya sekedar ocehan dari masyarakat, sedikit demi sedikit merambat kepercayaan mereka terhadap pemimpin, dan ini menjadi sala satu bukti nyata sulitnya bagi mereka yang berkiprah dipolitik mengambil hati masyarakat.