Mengenal Lebih Dekat Pahlawan Bangsa, Munir Said Thalib

profile picture Vincentius
Politik - Dalam Negeri

Munir Said Thalib, atau yang lebih akrab disapa Munir, merupakan seorang aktivis kelahiran Kota Malang, Jawa Timur. Ia digadang sebagai pahlawan nasional dalam bidang perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM). Semasa hidupnya beliau banyak melakukan aksi yang membela rakyat kecil, sehingga sosoknya kerap menjadi ancaman bagi beberapa oknum petinggi Negara yang melakukan aktivitas kecurangan, ketidakadilan, dan penindasan.

Berbagai ancaman sering diterima oleh pria yang lahir pada tanggal 8 Desember 1965 ini, akibat buntut dari aksinya yang terkenal berani. Ancaman-ancaman itu tidak pernah membuatnya gentar, justru semakin aktif menyuarakan keadilan bagi Negeri tercintanya, Indonesia. Namun sayang, tindakan mulianya terpaksa harus berkahir, karena Munir meninggal dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA974 yang sedang dalam perjalanan membawa beliau ke Amsterdam, Belanda.

Kematiannya pun menjadi kontroversi, Munir diduga dibunuh oleh pejabat-pejabat Negara yang merasa terancam dengan aksi dan keberadaan Munir. Banyak masyarakat yang meminta kasus ini terus diusut. Tetapi seperti yang kalian semua duga, kasus Munir ditutup dengan menyatakan beberapa kru Garuda yang bersalah dan dihukum penjara. 

Tidak melanjuti kematian Munir, namun inilah sederet aktivitas yang beliau lakukan semasa hidup, yang layak dikenang sepanjang masa.

  1. Aktivisme Hak Asasi Manusia. Munir menjadi terkenal karena aktivitasnya dalam memperjuangankan hak asasi manusia di Indonesia. Ia kemudian mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang berlokasi di Surabaya. Tidak hanya itu, beliau bersama beberapa orang lainnya juga mendirikan KontraS, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan. Sesuai namanya, tujuannya membuat organisasi non-pemerintah ini adalah demi membantu masyarakat sipil mendapatkan hak dan keadilan.
  2. Kampanye Melawan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Munir aktif dalam menyuarakan isu-isu pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Pada saat itu, Indonesia masih dalam era orde baru yang dipimpin oleh Soeharto, sehingga tindakan Munir dinilai berani. Ia dengan lantang memperjuangkan hak-hak rakyat, termasuk korban-korban pelanggaran hak asasi manusia. Tidak sampai disitu, sekalipun pelakunya terungkap Munir masih menuntut akuntabilitas dan keadilan bagi para pelaku kejahatan tersebut.
  3. Kasus Penembakan Aktivis. Munir ikut terlibat dalam penyelidikan kasus penembakan sesama rekan aktivisnya, yang dilakukan oleh aparat keamanan pada era orde baru. Hasil penyelidikan Munir rupanya mengarah pada tokoh-tokoh politik kala itu, yang terindikasi "mereka" melakukan pelanggaran hak asasi manusia, serta kasus-kasus sensitif lainnya. Tindakan Munir tersebut mendapatkan intimidasi dan ancaman dari petinggi-petinggi tersebut.
  4. Kematian Munir. Keberaniannya akan memperjuangkan hak asasi manusia berkahir tragis. Munir dinyatakan meninggal pada tanggal 7 September 2004 dalam perjalanannya menuju Amsterdam, Belanda. Ya, Ia meninggal dalam pesawat yang masih mengudara. Hasil otopsi menyatakan, penyebab kematian Munir adalah akibat racun arsenik. Penyelidikan kasus ini memakan waktu cukup lama, hinga akhirnya terungkap bahwa Munir sengaja di bunuh oleh salah seorang anggota Badan Intelijen Negara (BIN), yang seharusnya justru melindungi aktivis seperti Munir. Kasus ini kemudian menjadi terdengar hingga luar Negeri dan mendapatakan banyak kecaman.
  5. Penghargaan Munir. Kematian Munir dianggap sebagai bentuk pengorbanan yang tidak ternilai bagi masyarakat Indonesia kala itu. Beliau kemudian ditetapkan sebagai seorang pahlawan hak asasi manusia. Tidak hanya itu, bahkan dunia pun memberikan pengakuan terhadap perjuangan Munir. Banyak penghargaan yang diberikan padanya secara anumerta, beberapa diantaranya Penghargaan Perdamaian Right Livelihood Award pada tahun 2005 dan Penghargaan Perdamaian Internasional  dari United Nations Association of Spain.

Pengorbanan Munir memang besar dan berat, namun kiranya perjuangan tidak berhenti sampai disini. Di era modern seperti ini, sudah banyak pejuang hak asasi baru yang berani dan bijak menggunakan sosial media sebagai wadah untuk mendapatkan dukungan. Munirpun membuat masyarakat semakin berani bersuara dan membela keadilan. Terima kasih, Munir.

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By Vincentius

This statement referred from