10 Cara Mengatasi Anak Dalam Fase GTM Tanpa Gadget
Apa Itu GTM?
GTM atau Gerakan Tutup Mulut adalah fase ketika anak menolak makan atau hanya mau makan jenis makanan tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit. Fase ini umum terjadi pada anak usia balita dan dapat membuat orang tua merasa cemas dan frustasi.
Penyebab GTM
Alasan Medis
Kurang Zat Besi: Anak yang kekurangan zat besi cenderung kehilangan nafsu makan.
Infeksi TBC: Tuberkulosis dapat mempengaruhi nafsu makan anak.
Sariawan: Rasa sakit di mulut bisa membuat anak enggan makan.
Alasan Non-Medis
Makanan yang Monoton: Anak bisa bosan dengan menu yang sama setiap hari.
Stres atau Perubahan Lingkungan: Perubahan besar seperti pindah rumah atau kehadiran adik baru bisa mempengaruhi selera makan anak.
Perasaan Terpaksa: Anak yang merasa dipaksa atau dimarahi untuk makan mungkin akan menolak makan sebagai bentuk perlawanan.
Cara Mengatasi GTM
1. Konsultasi dengan Dokter
Jika anak menunjukkan tanda-tanda kekurangan zat besi, infeksi TBC, atau masalah medis lainnya, segera bawa ke dokter untuk konsultasi dan pemeriksaan darah jika diperlukan. Dokter bisa memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan medis anak.
2. Menciptakan Suasana Makan yang Nyaman
Hindari distraksi selama waktu makan. Jauhkan mainan, gadget, atau hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian anak dari makanan. Buat suasana makan yang tenang dan menyenangkan.
3. Makan Bersama Keluarga di Meja Makan
Melibatkan anak dalam makan bersama keluarga bisa meningkatkan nafsu makannya. Anak cenderung meniru orang dewasa, sehingga melihat orang tua dan saudara makan dengan lahap bisa memotivasi mereka untuk makan.
4. Mengurangi Susu dan Cemilan
Terlalu banyak susu dan cemilan bisa membuat anak kenyang dan tidak ingin makan saat waktu makan tiba. Batasi pemberian susu dan cemilan untuk memastikan anak merasa lapar saat waktu makan.
5. Menciptakan Variasi Makanan
Jangan selalu memberikan nasi sebagai sumber karbohidrat. Gantilah dengan mie, roti, kentang, atau ubi-ubian. Variasikan bentuk makanan menjadi bola-bola atau bentuk lucu lainnya untuk menarik minat anak.
6. Biarkan Anak Makan Sendiri
Memberikan anak kesempatan untuk makan sendiri bisa membuat mereka lebih tertarik. Sajikan finger food atau alat makan yang sesuai dengan kemampuan anak untuk membantu mereka makan sendiri.
7. Berikan Porsi yang Sesuai
Berikan porsi makanan yang sesuai dengan usia dan kemampuan makan anak. Porsi yang terlalu besar bisa membuat anak merasa terintimidasi dan menolak makan.
8. Melibatkan Anak Dalam Proses Menyiapkan Makanan
Ajak anak membeli bahan makanan, memilih bahan sendiri, dan ikut dalam proses memasak. Anak cenderung lebih mau makan makanan yang mereka bantu siapkan.
9. Tidak Dipaksa atau Dimarahi
Jangan memaksa atau memarahi anak saat makan. Hal ini bisa membuat anak trauma dan semakin menolak makan. Ciptakan suasana makan yang positif dan beri pujian saat anak mau mencoba makanan baru.
10. Berikan Alat Makan yang Sesuai atau Lucu
Gunakan alat makan yang sesuai atau yang memiliki desain lucu untuk menarik minat anak. Alat makan yang menarik bisa membuat anak lebih semangat untuk makan.
11. Sesuaikan Tekstur Makanan
Anak dalam fase GTM kadang tidak suka dengan tekstur tertentu. Cobalah berbagai tekstur makanan untuk menemukan yang disukai anak. Misalnya, jika anak tidak suka makanan yang terlalu keras, buatlah makanan dengan tekstur yang lebih lembut atau sebaliknya.
Mengatasi fase GTM pada anak memang membutuhkan kesabaran dan kreativitas. Dengan mencoba berbagai cara di atas, diharapkan nafsu makan anak bisa kembali dan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya.