Obsesi Sebuah Fandom, fans atau haters!!

profile picture nenok_fitria
Lifestyle - Other

Ngomong-ngomong tentang Fandom,fans atau haters. Pasti kita semua pernah menjadi salah satu dari mereka.
Fandom yang jika diartikan ialah komunitas fans berat. Fandom adalah bentuk jamak dari fans, jika fans di tujukan per-individu, sedangkan Fandom lebih mengarah pada sekelompok penggemar yang saling bersahabat karena memiliki empati yang sama pada idolanya.
Saat ini, di era zaman yang semakin canggih. Kita bisa menemukan banyak sekali fandom-fandom di social media. Contoh nya Fandom boyband, Fandom film, Fandom anime dan masih banyak lagi.
Disinilah yang harus kita pahami dengan betul. Karena kita sebagai seseorang yang mungkin terlibat dengan Fandom atau fans haruslah memiliki sifat empati yang positif. Tentu saja jika kita masuk ke dalam Fandom itu, maka kita akan mengikuti semua hal yang menyangkut idola kita. 
Misalnya, dari makanan favorit, hobi, tanggal lahir, kebiasaan-kebiasaaan yang tak di ketahui sebelumnya, sampai kisah asmara seorang idol pun kita akan mencari tau. Nah! Semua hal itu tak terlepas dari yang namanya obsesi. 
Okey,  jika ada yang bilang menjadi Fandom dari idol tersebut adalah dilandaskan pada rasa empati, cinta, dan support. Semuanya memang benar, ketika kita menjadi seorang Fandom atau fans, kita akan memberikan rasa empati, cinta, dan support dengan sepenuh hati.
Setiap pergerakan seorang idol, membuat kita memberi dukungan padanya. Entah itu baik atau pun buruk. Tetap saja kita akan memberikan dukungan atau support. Beda jika seseorang yang bisa lebih menelaah seorang idol yang baik atau tidak.
Mungkin sesekali ia akan memberi kritik atau saran yang akhirnya berujung pada perubahan idol tersebut. Seorang idol akan lebih senang jika sebuah Fandom atau fans mereka bisa di ajak bekerja sama. Contoh nya, seorang idol mempunyai kebiasaan yang buruk, dari situ sebuah Fandom atau fans memberinya kritik dan saran agar menjadi lebih baik lagi.
Maka, jika idol itu bisa memahami perasaan Fandom atau fans. Secara tidak langsung ia akan berusaha berubah sedikit demi sedikit demi dirinya dan juga orang-orang yang mendukungnya.
Karena tidak bisa pungkiri, Fandom atau fans menjadi salah satu hal yang membuat seorang idol sukses, salah satu komponen yang penting dan harus di jaga dengan baik. 
Tapiii, bukan berarti sebuah Fandom atau fans bisa mengontrol semua pergerakan seorang idol. Seorang idol juga manusia. Bisa lelah, bisa jenuh, bisa bahagia, ingin bebas, ingin merasakan hal-hal baru, sama seperti layaknya manusia.
Sebagai seorang Fandom atau fans, janganlah sampai meninjauh hal-hal pribadi dari seorang idol. Mereka juga punya privasi yang hanya mereka ketahui sendiri. Jika sebuah Fandom atau fans mengkritik atau memberi saran seperti tentang kisah asmara seorang idol, cocoknya dengan ini, kalau dengan yang itu ga cocok, masa si mau sama yang model nya begitu.
Nah!! Itu sudah sampai tahap obsesi yang negatif. Terlalu terobsesi sampai ingin mengendalikan seorang idol, menjadikam mereka seperti apa yang kita mau. Itu tidak benar. Jadi jangan sampai terjadi ya teman-teman.
Sebagai Fandom atau fans yang baik, hendak lah menjadi pengkritik atau pemberi saran yang bernilai positif. Memberi keuntungan bagi idol, dan juga bagi Fandom lain atau fans yang lain. Jadikan sebuah obsesi itu bernilai positif agar bisa terjalin hubungan yang baik antara idol dan Fandom atau fans.
Nah! Sekarang beralih pada haters, atau bisa di bilang antonim dari fans. Fenomena haters ini banyak sekali terjadi di social media. Dari yang muda sampai yang tua pasti, semua pernah merasakan menjadi seorang haters.
Yahh..bisa di bilang haters ini juga salah satu penunjang kepopuleran seorang idol. Karena pada hakikatnya jika sudah menjadi seorang idol, mereka akan di sorot oleh banyak pasang mata. Setiap pergerakannya pun di intai. 
Maka, haters ini, mungkin bisa saja keberadaannya merugikan, juga bisa menguntungkan. Rugi karena bisa mempengaruhi kehidupan seorang idol. Dan untung karena bisa menjadi penunjang kepopuleran seorang idol.
Semua tergantung sampai mana obsesi ketidaksukaan pada idol tersebut. Kalau hanya sekedar tidak suka, hanya mengkritik sendiri tanpa bertindak lebih. Itu masih dalam level standar, tapi kalau sudah sampai bertindak lebih, seperti meneror, mencaci di social media, itu sudah masuk dalam kategori over.
Nah! Maka dari itu, jika menjadi seorang Fandom atau fans, harus tau batasannya. Jangan sampai berlebihan dan malah mengekang seorang idol. Begitupun idol akan senang jika mendapat respon yang baik dari para penggemar. Dan memberikannya kebebasan agar leluasa menjadi dirinya sendiri.
Kalau haters, itu sih hak setiap orang, namun juga tetap harus tau batasannya, karena secara tidak langsung itu akan memberi pengaruh pada kehidupan dan juga pikiran seorang idol. Jangan sampai berlebihan intinya.

Terobsesi boleh, tapi obsesi yang berdampak positif, memberi perubahan yang baik. Jangan sampai terobsesi dan berdampak negatif.


Pada hakikatnya segala sesuatu itu apabila berlebihan tidak baik ya guyss!!!

1 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
1
0
profile picture

Written By nenok_fitria

This statement referred from