Warna Warni Pelangi Fandom Indonesia
Alkisah pada suatu padang pasir yang luas, terdapat dua wilayah kekuasaan yang berbeda. Masing-masing wilayah tersebut dikuasai oleh fandom setempat, sebuah kumpulan manusia dengan kegemaran yang sama. Di tengah-tengah padang pasir itu, terdapat sebuah garis yang sangat panjang. Garis yang sangat panjang itu memisahkan dua wilayah fandom yang berbeda tadi. Tidak jauh dari sana, terlihat dua orang perempuan berusaha memperdebatkan daerah teritorialnya masing-masing. Teriknya sinar matahari menambah panasnya debat yang mereka perbincangkan.
Sudah kubilang, kamu tidak bisa memasuki wilayah ini jika belum bergabung dengan fandom setempat!”
"Masa bodoh. Kenapa aku harus melakukan hal itu hanya untuk memasuki daerah kalian?”
“Aku tidak peduli. Jika masih ingin memasuki wilayah ini, pertimbangkan saja saranku.”
“Tak masuk akal. Hentikan pikiran kuno mu itu yang menganggap perbedaan tidak bisa bersatu!
Wah, kita tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika kondisi fandom yang ada di Indonesia sama seperti ilustrasi di atas. Pastinya, dunia per fandoman di Indonesia tidak akan damai dan tenteram. Indonesia dengan keberagaman ras, suku, dan budayanya ditambah dengan keragaman fandom K-Popers nya akan menjadi ricuh, jika warga negaranya tidak bisa saling menghargai perbedaan yang ada.
Tidak jarang, kita melihat perdebatan panas layaknya ilustrasi di atas antar dua fans K-Pop atau lebih. Entah itu di komentar YouTube, Instagram, Tiktok, ataupun aplikasi media sosial lainnya. Ternyata, fanwar tersebut tidak hanya terjadi secara virtual. Jika dicari tahu lebih dalam, ternyata banyak juga fanwar yang mengakibatkan serangan fisik.
Alasan-alasan yang menyebabkan fanwar tersebut bisa terjadi hanya karena masalah-masalah sepele. Karena perbedaan cara mereka streaming MV Idol K-Popnya, konflik solo stan; hanya menyukai satu dari banyaknya member suatu Group Band, menyalahkan anggota fandom lain karena malas memberikan vote Idol mereka, dan lain sebagainya.
Namun, perbedaan fandom adalah akar masalah yang paling sering ditemui. Tidak hanya anak-anak kecil, terkadang tidak jarang yang dewasa pun memperdebatkan fandomnya dengan orang lain yang berbeda fandom dengan dirinya. Menganggap remeh fandom lain dengan membanggakan fandom nya sendiri terdengar hampir sama seperti etnosentrisme. Hanya saja, konteks dalam etnosentrisme berkaitan dengan etnis.
Sila ketiga Pancasila yang berbunyi, “Persatuan Indonesia” mengharuskan setiap warga negaranya bersatu dibawah naungan yang sama, bangsa Indonesia. Perbedaan-perbedaan yang mendasari kehidupan kita seharusnya bukan menjadi suatu penghalang bagi kita, manusia untuk saling berinteraksi dengan yang lain. Jangan biarkan perbedaan kegemaran membuat kita tidak bisa hidup berdampingan. Karena itu, beberapa tips ini akan membantu kita agar dapat menjadi seseorang yang dapat menghargai perbedaan kegemaran satu sama lain.
- Berteman dengan siapa saja tanpa membedakan kegemarannya.
“Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.” Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tersebut bermakna bahwa dengan segala perbedaan yang ada, kita tetap merupakan satu kesatuan. Jadi, membeda-bedakan teman itu tidak boleh dilakukan ya!
- Tidak memaksakan kehendak pada orang lain untuk menyukai hal yang sama dengan kita.
Setiap orang memiliki selera & kegemarannya masing-masing. Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk menyukai hal yang memang kita gemari, karena orang lain pasti memiliki keyakinannya sendiri.
- Tidak menjatuhkan fandom lain & bersikap lapang dada apabila fandom lain memenangkan sebuah penghargaan.
Tidak seharusnya kita membiarkan sikap iri & dengki menguasai diri kita untuk menjatuhkan fandom lain. Berlapang dada dan memberikan ucapan selamat adalah hal yang patut dilakukan sebagai sikap menghargai satu sama lain.
- Terbuka satu sama lain tanpa di memperdebatkan fandom yang berbeda.
Saling menerima dan memberikan masukan merupakan salah satu aspek mempererat persaudaraan sebangsa & senegara. Fandom yang berbeda bukan menjadi penghalang bagi kita, saudara sebangsa dan senegara untuk saling memperbaiki diri masing-masing.
Sepintas, beberapa tips di atas sama dengan cara menghargai perbedaan ras, suku, dan budaya. Karena apapun itu perbedaannya, penting bagi kita untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Harapan terbesar penulis adalah segala perbedaan yang ada di Indonesia bukan menjadi suatu hal yang membatasi sikap saling menghargai para warga negaranya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita, beragam warna yang berbeda namun bersatu layaknya pelangi yang indah.