Oppa Is Mine = Oppa Isn’t Fine

profile picture anndtlarasati
Lifestyle - Musik

Belakangan ini, istilah fandom menjadi akrab di telinga masyarakat sejak Kpop menjadi sesuatu yang lumrah, beberapa sebutan untuk fandom dari Idola Kpop bahkan dapat dikenali oleh khalayak umum. Stigma fandom—khusunya yang saya batasi disini adalah fandom Kpop—sangat beragam di lingkungan sosial. Ada yang menganggapnya sebagai sesuatu yang positif, biasa saja, maupun negatif. Padahal, seharusnya fandom menjadi sesuatu yang positif saja karena tujuan pembentukannya adalah untuk mendukung idola bersama-sama dengan sebaik-baiknya. Ternyata, pada implementasinya ada saja tindakan penggemar yang akhirnya menjadi negatif hingga membuat kita berpikir kembali : apakah fandom merupakan naungan penggemar atau malah pembenci?

Pikiran tersebut terutama bagi saya muncul dengan tindakan fandom yang mencermikan 'Oppa Is Mine' . Istilah ini diperuntukkan bagi penggemar Idola Kpop yang biasanya penggemar perempuan atau fangirl yang menganggap sang idola sebagai miliknya seutuhnya atau dalam kendalinya sepenuhnya. Menurut saya, ini sudah tidak seperti hobi melainkan obsesi, sehingga perlu dihindari. Hal ini tidak hanya merugikan idola atau fandom saja, namun juga diri sendiri.

Mengapa demikian?

Penggemar tidak akan rela ketika Idola-nya terlibat love-line dengan siapa pun atau hanya boleh terlibat love-line dengan orang pilihannya. Penggemar yang semacam ini dapat dengan gamblang menyuarakan ketidaksukaannya tersebut sehingga dapat melukai hati idola-nya sendiri. Contoh tindakan ini adalah dengan mengatakan langsung pada idola bahwa ia tidak boleh berkencan dengan siapa pun di event fansign,  lalu secara tak langsung melalui kolom komentar akun media sosial, aplikasi perpesanan langsung dengan idola, maupun media lainnya, hingga memboikot idolanya sendiri dengan cara apapun ketika tidak mengindahkan harapannya, termasuk menjadi penguntit. Tindakan penggemar tersebut dapat disamakan dengan control freak alias orang yang suka mengatur. Dilansir dari laman https://alodokter.com/control-freak-istilah-untuk-orang-yang-suka-mengatur , sikap control freak ini bisa membuat korbannya tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri, merasa rendah diri, cemas, menyalahkan diri sendiri, serta berisiko menyebabkan gangguan mental, seperti depresi. Apalagi, ini dilakukan secara masif oleh kelompok penggemar. 
 

Lantas, bagaimana jika idola kita melalui hal tersebut karena kita sendiri? Sering mendengar tentang Idola Kpop yang mengalami ganguan mental, bukan? Alih-alih dalam fandom, bukankah lebih pantas 'kaum' Oppa Is Mine berada dalam ‘hatersdom’?

Selanjutnya, tingkah penggemar dengan kecenderungan Oppa Is Mine dapat menimbulkan fanwar di tubuh fandom nya sendiri juga karena tentu opini dalam fandom terbagi-bagi. Ada yang pro, ada yang kontra, ada yang berusaha memberitahu, ada yang bebal. Belum lagi penggemar Oppa Is Mine dengan mudahnya dapat menyerang orang yang terlibat love-line dengan idola-nya, jika itu dengan selebriti maka perang antar fandom bisa saja terjadi yang mana sering kali berujung tidak baik. Kembali lagi, citra fandom dan idola-nya menjadi tercoreng.

Yang terakhir tak kalah penting, apabila kita di dalam fandom sudah menjadi Oppa Is Mine—menjadikan idola seperti milik kita seutuhnya, maka hidup kita akan selalu dipenuhi kegelisahan. Kita akan mengkhawatirkan segala tindak tanduk yang akan atau pun sedang idola kita lakukan. Cemas idola berkencan dengan si ini atau si itu mengingat idola tak selamanya berada dalam jangkauan penggemarnya. Oleh karena itu, ada saja penggemar yang sampai menguntit sang idola sembari membocorkan informasi pribadi sang idola. Kita lupa batasan sebagai penggemar dimana idola harusnya hanya menjadi sosok yang dikagumi dan didukung karena karya-karya atau pengaruh baik-nya. Bukan malah menjadikan kita seperti seorang kriminal yang artinya kita tidak menghargai diri kita sendiri. Kita menjadi jahat pada diri sendiri.

Akhirnya, berada dalam fandom tak lagi terlihat seperti perkumpulan orang-orang yang memiliki kegemaran yang sama melainkan seperti sekelompok orang-orang yang memiliki obsesi yang sangat konyol. Namun, Oppa Is Mine ini dapat dicegah dan diatasi yaitu dengan cara membiasakan diri kita tidak ter-trigger pada segala hal tentang kehidupan pribadi sang idola, kita perlu menyetel batasan sebagai penggemar adalah pada karya saja, kita harus meyakinkan diri bahwa kehidupan pribadi idola adalah miliknya dan tanggung jawabnya sendiri. Dengan begitu, oppa is fine, fandom is fine, and we're fine too.

2 Agree 1 opinion
0 Disagree 0 opinions
2
0
profile picture

Written By anndtlarasati

This statement referred from