Fandom Mengancam Eksistensi Nilai Kebudayaan Kita
Di era saat ini perkembangan sarana informasi begitu cepat, seperti teknologi yang menciptakan sarana komunikasi yang dapat di akses dengan mudah, hanya menggunakan smartphone suatu informasi dari berbagai penjuru dunia dapat dengan cepatnya diperoleh.
Masuknya informasi-informasi yang cepat tersebut, dengan demikian mudah saja jika suatu nilai-nila budaya, ideologi dan gaya hidup di berbagai dunia dapat mempengaruhi pengguna media sosial saat ini.
Hal tersebut juga dapat mendorong suatu perubahan yang signifikan terhadap karakter ataupun perilaku sosial seseorang di dalam kehidupannya dan perubahan itu juga yang akan memunculnya beberapa kelompok yang ada di dalam media sosial tersebut, kelompok-kelompok tersebut nantinya beranggotakan yang memiliki kesamaan-kesamaan terhadap pemahaman ataupun nilai-nilai suatu pemikiran, salah satunya yaitu fenomena fandom (fans kingdom).
Fenomena fandom (fans kingdom) yang dapat diartikan sekelompok orang yang terhubung melalui minat yang sama terhadap sebuah objek. Fandom pada dasarnya diisi oleh individu yang memiliki kesamaan dalam menyukai suatu idola, dalam hal ini Fandom k-pop terdiri dari berbagai macam.
Media sosial yang menjadi perantara utama pada fenomena tersebut yang telah menarik banyak sekali peminatnya, contohnya pada media sosial Instagram dan Twitter. Para penggemar yang membangun kedekatan kepada idola nya dan mengikuti segala kegiatan keseharian mereka dan membeli berbagai barang-barang yang berkaitan dengan idolanya tersebut. Melalui kebiasaan yang telah dilakukan para penggemar terhadap idolanya memunculkan berbagai alasan, salah satunya adalah rasa kebanggaan dan juga kepedulian yang dapat dilakukan oleh para fandom. Selain itu pula, fandom dapat menjadi sebuah semangat bagi para idola mereka atau bahkan sebaliknya.
Permasalahan yang mendasar ada pada fenomena fandom k-pop dalam mengidolakan budaya luar, hal ini akan mengancam eksistensi kebudayaan yang kita miliki dan hilangnya rasa kepedulian terhadap kebudayaan-kebudayaan yang kita cintai, fandom justru lebih memfokuskan terhadap para idolanya, dengan begitu mudah saja jika kebudayaan akan luntur dengan sendirinya.
Persoalan seperti ini tidak luput dari pengaruh sosial media yang cukup menjalar ke berbagai aspek di kehidupan sosial seseorang. Ada berbagai faktor mengapa remaja indonesia lebih tertarik oleh kebudayaan luar yaitu mereka menganggap bahwa budaya dalam negeri terkesan kuno dan membosankan, mereka berfikir bahwa kebudayaan luar lebih keren dan mengikuti perkembangan zaman. Faktor lainnya mereka hanya ikut ikutan temannya agar tidak dicap ketinggalan info dan kurang uptudet Contoh nyatanya Remaja kini lebih melirik Boyband Korea dan meninggalkan musik daerah serta lagu-lagu wajib nasional. Tidak hanya para remaja saja bahkan anak dibawah umur pun ikut merasakan imbas dari budaya asing.
Cara mengantisipasi dampak buruk budaya asing masuk ke dalam budaya lokal diindonesia, terkhusus mengantisipasi generasi muda, untuk mencegah dampak buruk ini diperlukan Ke ikut sertaan dari berbagai kalangan terpenting dukungan dari ke pemerintahan dan dari lingkungan sekitar kita.
Peran Generasi Muda Juga Penting Untuk Melindungi Bangsa Indonesia Dari Pengaruh Buruk Bangsa Asing Generasi muda sering disebut sebagai penerus atau pewaris bangsa yang akan meneruskan dan mewujudkan cita cita dan tujuan bangsa dengan cara adanya perubahan pandangan hidup remaja dan selalu terlingkup dengan sosial atau masyarakat.
Nilai-nilai suku budaya dengan segala keunikannya bisa dapat menjadi sebuah strategi bangsa kita, bukan malah menjadi tombak untuk negara kita sendiri. Kita sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya memiliki pegangan yang kokoh terhadap nilai-nilai kebudayaan yang kita miliki dengan begitu di masa yang akan datang pengaruh-pengaruh dari budaya asing tidak akan mudah untuk memudarkan identitas yang kita miliki dan sudah seharusnya kita untuk ikut serta dalam membela negara dengan cara menanamkan rasa nasionalisme dan kepedulian terhadap kondisi negara kita saat ini serta mengingat kembali terhadap sejarah budaya yang kita punya.
Dalam hal ini kemajuan global yang begitu cepat dan mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Indonesia akan tetap hidup dalam keberagaman, maju dalam mencapai cita-cita kemerdekaannya, dan kuat di mata dunia. Hal ini akan dipererat dan diperkuat dengan nilai-nilai kebudayaan negara kita sebagai pandangan dan pedoman hidup berkepribadian, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
#fenomenafandom