Fandom K-pop Ribut Gara-gara Acara Award doang? Alasan Kalian yang Mana nih?

profile picture your_ancestor
Lifestyle - Hobi

Ajang penghargaan musik akhir tahun di Korea Selatan selalu diwarnai gegap gempita dan ramai riuh hashtag di sosial media yang membahas penerima award maupun momen-momen yang ditangkap kamera dalam acara tersebut. Selama acara award yang diselenggarakan secara live, penonton bisa merasa terlibat ke dalam acara walau tidak hadir di tempat. Keramaian yang dirasakan tidak selalu berbanding lurus dengan perayaan yang terjadi di setiap diskusi fandom dari group dan penyanyi idola yang hadir. Hal ini bisa dilihat dari diskusi yang ramai mewarnai kolom komentar maupun hashtag acara.

Tidak sedikit postingan-postingan yang menjadi diskusi dan lahan keributan baik sesama fans maupun antar fandom seperti, apasih yang sebenarnya mereka ributkan? Kenapa tidak saling memberi selamat atas pencapaian group lain? Kok bisa sih marah jika idolanya tidak mendapatkan award? Mungkin pertanyaan ini juga muncul di benak orang-orang non-fans yang tidak paham terhadap budaya fandom. Bagaimana bisa hal se-sepele itu menyebabkan hujatan hingga bully-an terhadap fans/idol lain?

Menurut pengamatan penulis, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan badai berdarah di sosial media setiap tahun ini:

Yang pertama, Pride. Pride atau kebanggan merupakan hal yang bisa dipamerkan oleh fandom. Tidak semua pride fandom didapatkan dari award tapi mendapatkan award bisa menegakkan pride fandom. Hal ini dianggap berkaitan dengan kerja keras yang dilakukan idol dan fans bersama-sama sehingga menjadi salah satu cara menunjukkan betapa kuatnya fandom dan pengaruh idola tersebut dalam lingkup entertainment. Sehingga ketika idola mereka tidak mendapatkan award, beberapa fans akan merasa bahwa pride yang mereka bawa telah diturunkan dan mencari-cari alasan untuk tetap menunjukkan betapa masih kuatnya idola dan fandom mereka. Beberapa orang akan dengan ekstrem merendahkan idol/artis lain untuk menunjukkan betapa tinggi dan bangganya idola mereka. Tentu saja hal ini akan mengundang ketidakpuasan dari fans idol lain yang direndahkan sehingga memulai putaran fanwar lainnya.

Yang kedua, ekspektasi. Bagi setiap fans, idola mereka adalah yang terbaik dalam segala hal, mereka ingin memberikan dan mengusahakan hal-hal seperti mendapatkan award agar idola mereka selalu dilihat oleh banyak orang dan berkembang menjadi semakin besar dan dikenal secara luas. Untuk mencapainya mereka perlu melakukan usaha dalam bentuk memenuhi standar penerima award bagi idol tersebut, biasanya persyaratannya seperti membeli album, menaikkan chart, menaikkan views MV, meramaikan hashtag dan lain sebagainya. Dengan usaha yang banyak ini lambat laun akan muncul suatu ekspektasi atas usaha yang mereka lakukan. Untuk memenuhi ekspektasi ini akan ada orang yang akan berusaha semaksimal mungkin, semakin sulit bagi individu dalam memenuhi kontribusi dalam fandomnya, akan semakin kuat perasaan dikhianati oleh hasil jika idolanya tidak menerima award. Hal ini akan membuat beberapa orang yang sulit menerima realita menjadi agresif dan menyalurkannya pada komentar kebencian terhadap yang lain.

Yang terakhir, bercampurnya tuduhan dan asumsi. Sudah menjadi rahasia umum dalam fandom K-pop bahwa acara award yang diikuti tidak selalu memberikan hasil yang “adil” menurut fans. Hal ini agak sulit dibuktikan karena banyak asumsi dan tuduhan telah tercampur. Misal ketika salah satu idol mendapatkan award dengan tuduhan memiliki hubungan abcd dengan pihak penyelenggara atau dengan pencapaian chart yang dianggap lebih rendah dari idola mereka, tuduhan ini tidak pernah benar-benar diklarifikasi oleh pihak penyelenggara bahkan oleh agensi maupun artis terkait yang diasumsikan menjadi “korban”. Sulit membuktikan tuduhan-tuduhan dari suatu fandom karena saat tuduhan tersebut benar-benar keluar bukan hanya menjadi postingan asal-asalan, mereka hanya akan mendapatkan dua opsi hasil, mendapatkan “keadilan” atau menemukan bahwa tudukan mereka tidak berdasar dan menjadi ancaman kerugian image idola mereka.

Apapun alasan dan motif yang dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang dalam membuat komentar kebencian tidak pernah dibenarkan. Kesedihan fans dalam menghadapi usaha yang tidak sesuai ekspektasi mereka adalah valid, masih banyak fans yang mengerti bahwa kebencian tidak pernah menjadi solusi penyaliran rasa sedih yang mereka hadapi. Jika menjadi fans meninggalkan hal yang paling menyenangkan di dalamnya dan hanya tinggal kebencian, lebih baik mengambil jeda dan melihat ulang bagaimana awalnya kita menikmati kebahagiaan saat awal menjadi bagian dari komunitas fandom. Mengatur ulang suasana fandom juga menjadi salah satu alasan orang-orang akan bertambah menjadi fans dalam mengikuti kegiatan idola/artis tersebut.

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By your_ancestor

This statement referred from