SIFAT OBSESIF FANS KEPADA IDOLNYA BISA MENYEBABKAN SINDROM YANG BERBAHAYA!
Beribu cara yang fans lakukan untuk mengungkapkan ekspresi cinta kepada idolnya. Sikap obsesif ini tentu membuat fans bersikap selalu antusias dengan apapun yang idolnya lakukan. Mereka rela membeli segala macam hal yang berkaitan dengan idolnya, seperti; Baju, topi, lightstick, freebies, membeli merchandise resmi untuk mendukung karir idol, hingga rela membeli tiket konser jutaan rupiah demi bisa menyaksikan penampilan idol kesayangannya.
Hal tersebut tidak ada salahnya karena itu termasuk ekspresi cinta yang positif seorang fans kepada idolnya, tentunya semua orang yang mempunyai rasa mengagumi kepada seorang aktris/aktor, penyanyi, girlband/boyband pasti akan melakukan hal yang sama untuk menyalurkan rasa cinta dan kagumnya kepada sang idol.
Namun ada juga bentuk ekspresi cinta yang negatif seorang fans karena pengaruh terlalu obsesif kepada idol. Mengutip Psychology Today, di kalangan akademis, istilah CWS (Celebrity Worship Syndrome) Istilah ini digunakan untuk menunjukkan suatu gejala abnormal ketika kekaguman pada seorang selebriti atau idol berubah menjadi ketertarikan dan keasyikan obsesif, tindakan memuja bahkan sampai menguntit seorang idola dan melakukan tindakan obsesif yang kadang tak masuk akal lainnya.
Orang yang menderita sindrom ini biasanya memiliki kondisi kesehatan mental yang buruk, seperti menderita kecemasan tinggi, depresi, serta tingkat stres yang tinggi. Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa individu yang paling terobsesi dengan selebriti sering menderita tingkat disosiasi dan memiliki kecenderungan fantasi yang tinggi. Di Korea Selatan, fenomena obsesi terhadap idola disebut Sasaseng. Dalam bahasa lokal, Sasaeng berarti kehidupan pribadi, namun dalam konteks ini istilah tersebut diartikan sebagai penggemar yang obsesif.
Hal-hal seperti itu tentunya merugikan sang idol dan bisa menyebabkan sang idol merasa takut, cemas, was-was, merasa terganggu, dan bisa saja mengarah pada hal yang bisa membahayakan sang idol. Dr John Maltby yang pernah meneliti tentang CWS dan dipublikasikan di Journal of Nervous and Mental Disease mengatakan ada tiga kategori mengenai kondisi tersebut. Terberat ketika fans sudah soliter, impulsif, antisosial dan kerap kali malah merepotkan. "Mereka merasa memiliki ikatan khusus dengan selebriti idolanya dan percaya bahwa selebriti tersebut juga tahu tentang mereka. Mereka bahkan siap mati untuk selebriti yang dianggap pahlawannya," jelas Dr Maltby.
TIGA LEVEL CWS (Celebrity Worship Syndrome)
Social and Entertainment: Orang-orang yang mengidolakan selebriti menggunakan waktunya hanya untuk mencari informasi mengenai selebriti sebagai hiburan semata. Ketertarikan dikarenakan selebriti memiliki kemampuan untuk menghibur seseorang. Aktivitas mencari hiburan melalui seseorang yang diidolakan juga dianggap sebagai coping atau strategi dalam menghadapi stres sehari-hari
Perasaan Personal yang Intens: Saat mengikuti idola, perasaan dekat secara emosional juga sering dirasakan oleh fans. Saat merasa sedih atau marah, seorang selebriti biasa membagikan hal tersebut di sosial media mereka. Fans yang memiliki perasaan personal yang intens juga merasakan kesedihan mendalam seperti yang dirasakan oleh idola. Atau saat idola diserang oleh orang lain, fans akan marah kepada orang yang menyerang idoalnya.
Gangguan Bordeline: Gangguan borderline dapat diartikan sebagai ketidakstabilan perilaku. Perilaku yang tidak stabil dapat berupa pemikiran yang tidak konsisten, perilaku yang membahayakan diri sendiri serta memiliki ketakutan yang intens terhadap penolakan. Orang dengan borderline kerap akan melakukan apapun agar tidak ditinggalkan oleh orang terdekatnya. Fans dengan level borderline cenderung obsesif terhadap selebriti dan akan melakukan tindakan illegal dan tidakmasuk akal seperti mengirimkan ancaman pembunuhan kepada kekasih selebriti, mengikuti selebriti kemanapun mereka pergi, bahkan menyelinap ke tempat tinggal selebriti.