MODAL PSIKOLOGIS MENJADI KUNCI KINERJA YANG TINGGI
Apa itu modal psikologis?
Modal psikologis (Psychological Capital) mengacu pada sekumpulan sumber daya yang dapat digunakan individu untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan kinerja yang lebih baik dalam pekerjaan atau kehidupan nyata serta meraih kesuksesan mereka.
Modal psikologis atau psychological capital merupakan pengembangan kondisi psikologis yang positif menekankan pada kepercayaan, harapan, optimisme, dan ketahanan, sehingga memiliki hubungan dengan rasa gembira, mengontrol dan memberi dampak pada lingkungan sesuai keinginan dan kemampuan karyawan atau individu tersebut. Psychological capital tidak hanya dinilai sebagai salah satu faktor yang mendukung individu pada pekerjaan yang ia lakukan, akan tetapi psychological capital juga dapat membantu individu dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.
4 sumber modal psikologis (PsyCap) :
- Self-Efficacy
Memiliki kepercayaan diri untuk mengambil dan melakukan upaya yang diperlukan untuk berhasil dalam tugas-tugas yang menantang. Orang-orang itu selalu termotivasi untuk apapun tugas yang diberikan kepada mereka; mereka mencoba melakukannya dengan penuh percaya diri dan fokus.
- Optimism
Membuat atribusi positif tentang keberhasilan sekarang dan di masa depan. Orang yang optimis sangat pandai dan selalu berusaha mencari berbagai cara untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.
- Hope
Tekun menuju tujuan dan, bila perlu, mengarahkan jalan menuju tujuan untuk berhasil. Orang yang memiliki harapan tinggi berusaha keras dan berusaha keras untuk bekerja.
- Resiliency
Saat dirundung masalah dan keterpurukan, bertahan dan bangkit kembali bahkan melampaui untuk meraih kesuksesan. orang yang tangguh bekerja dalam hidupnya, selalu bangkit kembali semangat terlepas dari tantangan.
Manfaat Modal Psikologis
Topik modal psikologis ini berasal dari studi organisasi, maka disini saya mengambil contoh yang berkaitan dengan perspektif perusahaan.
Semua Orang memiliki modal psikologis,dan yang perlu kita ketahui bahwa di perusahaan, baik karyawan biasa ataupun atasan sama-sama harus memiliki modal psikologis yang baik.
Seperti kita ketahui juga bahwa kinerja karyawan secara langsung menunjukkan kinerja perusahaan.
Oleh karena itu, diharapkan agar karyawan memiliki modal psikologis yang tinggi.
Karyawn yang bekerja dengan motivasi tinggi, kerja keras, dan semangat bangkit kembali, pada akhirnya membantu pertumbuhan perusahaan.
Pengembangan Modal Psikologis (PsyCap)
Self-Efficacy
Cara mengembangkan aspek self-efficacy atau keyakinan diri adalah:
- Pengalaman ahli atau pencapaian performa. Hal ini tentunya sangat potensial untuk mengembangkan kepercayaan diri karena melibatkan informasi langsung terkait sukses. Bagaimanapun, pencapaian tidak secara langsung membangun kepercayaan diri. Proses situasional, seperti tugas yang kompleks dan proses kognitif seperti persepsi terhadap kemampuan seseorang, sama-sama berpengaruh terhadap perkembangan percaya diri.
- Pengalaman atas nama orang lain atau memperagakan. Jika seseorang melihat orang lain seperti diri mereka berhasil dengan usaha yang dipertahankan, mereka akan mulai percaya bahwa diri mereka juga memiliki kapasitas untuk berhasil.
- Persuasi sosial. Seorang individu yang kompeten dapat membantu mengembangkan kepercayaan diri orang lain dengan mempersuasi atau meyakinkan.
- Rangsangan atau motivasi fisik dan psikis. Orang-orang sering kali bergantung pada apa yang mereka rasakan, baik secara fisik maupun psikis, untuk mengukur kapabilitas mereka. Bagaimanapun, kondisi fisik dan mental yang sempurna dapat menyebabkan tumbuhnya kepercayaan diri.
Optimism
Cara mengembangkan aspek optimisme adalah:
- Identifikasi keyakinan menaklukkan diri ketika dihadapkan pada sebuah tantangan.
- Evaluasi keakuratan keyakinan.
- Sekali keyakinan yang tidak berfungsi secara normal tereduksi, ganti dengan keyakinan yang lebih membangun dan akurat yang telah dikembangkan.
Hope
Cara mengembangkan aspek hope atau harapan adalah:
- Mengatur dan mengklarifikasi target pribadi dan organisasi yang spesifik dan menantang.
- Melakukan metode langkah untuk memecahkan target menjadi sub langkah yang dapat diatur sehingga dapat menandai peningkatan dan membuat pengalaman langsung terkait setidaknya kemenangan dan kesuksesan kecil.
- Mengembangkan setidaknya satu alternatif atau jalan kemungkinan untuk target yang telah disusun dengan disertai rencana tindakan.
- Akui kesenangan dalam proses bekerja untuk menggapai target dan jangan hanya berfokus pada pencapaian akhir.
- Bersiap dan bersedialah untuk menekuni rintangan dan permasalahan.
- Bersiap dan terampil mengetahui kapan dan jalan alternatif mana yang bisa dipilih ketika rute utama menuju pencapaian target tidak lagi dapat dilakukan atau tidak lagi produktif.
- Bersiap dan pintar dalam mengetahui kapan dan bagaimana menarget kembali untuk menghindari jebakan atau harapan yang salah.
Resiliency
Cara mengembangkan aspek resiliensi adalah:
- Hindari jebakan pemikiran negatif ketika suatu hal mulai memburuk.
- Uji keakuratan keyakinan terhadap permasalahan dan bagaimana mencari solusi jitu.
- Tetapkan ketenangan dan kefokusan ketika emosi dan stres menyerbu.