Mengulik perilaku Fandom K-Pop terhadap "oknum" yang menjadikan K-Pop sebagai sensasi di Indonesia

profile picture MelodiRevannya
Humaniora - Sosial

Di tengah derasnya berbagai genre musik, konten, Aplikasi, banyak icon bermunculan yang menjadi idola bagi anak mudah khususnya remaja. Mulai dari artis idol kelompok sepak bola, atau ikon lainnya yang menjadi sosok yang dipuja oleh remaja.

K-pop sendiri merupakan adalah sub-genre musik pop yang berasal dari Korea Selatan. K-Pop merupakan singkatan dari Korean Pop yaitu jenis musik yang identik dengan sekelompok boyband atau grilband. K-Pop sendiri mencakup berbagai jenis program musik, jenre musik, dan apa pun yang berhubungan dengan musik.

Generasi 1 K-Pop merupakan generasi pertama yang mempelopori lahirnya musik K-Pop. Di era ini, K-Pop masih meniru konsep boyband Jepang dan Amerika. Mereka mengusung musik Hip Hop dan Rap. Koreografi tarian mereka cenderung masih menampilkan gerakan dasar. Salah satunya yaitu Park Jae-sang atau lebih dikenal dengan nama panggungnya Psy. Pada era ini kita semua tau bahwa musik yang di bawakan oleh Psy sangat digemari oleh seluru kalangan salah satunya yaitu Gangnam style yang sering digunakan untuk senam irama di sekolah.

Pada waktu itu fans tidak mengenal PSY mereka hanya mengenal lagunya saja namun mereka sangat menikmati bahkan cenderung hafal. Fenomena itu menjadi bukti bahwa fans fans jaman dahulu lebih tertarik dengan musik dibandingkan dengan idolnya. Kesukaan mereka dimulai dari musik dahulu "seperti apa musik tersebut" baru mereka penasaran terhadap idolnya dan memulai menjadi bagian "fans" dari idol tersebut.

Jika dibandingkan dengan generasi 3 dan 4 tentunya kualitas fans nya sudah sangat jauh berbeda dengan generasi 1 dan 2. Di era sekarang banyak sekali remaja yang menyukai KPop di karenakan "fisik" nya. Tak heran banyak di antara mereka lebih tertarik untuk mengumpulkan photo card dibandingkan dengan albumnya. Mereka merasa PC adalah barang yang lebih penting untuk dikoleksi dibandingkan poster maupun album K-Pop. Padahal jika menurut pengertianya sendiri album merupakan suatu koleksi audio atau musik yang didistribusikan untuk publik.

Di era sekarang ini banyak sekali fans yang mengidolakan hanya untuk kebutuhan instastory saja mereka rela membeli tiket konser melalui calo dengan harga yang sangat mahal agar dapat melihat idol mereka lebih jelas. Sebenarnya itu tidak masalah di lakukan karena memang itu uang mereka sendiri. Namun tak banyak orang yang menjadikan KPop untung mencari sensasi agar viral. Mengingat di Indonesia sendiri menjadi viral sangat gampang walaupun bukan melalui prestasi namun sensasi.

Banyak sekali hal yang di lakukan agar menjadi viral. Ketika hal tersebut menjadi viral maka fans K-Pop yang "fanatik" akan terpancing dan mulai mengikuti alur mereka. Ya benar! Emosi dari fans fans fanatik tersebut yang di tunggu oleh orang-orang yang ingin viral. Terkadang perbuatan yang di lakukan oleh fans K-Pop yang "fanatik" juga sangat merugikan banyak pihak. Seharusnya sebagai fans yang memiliki akal sehat tidak perlu ikut campur atau meladeni orang-orang yang menjadikan KPop sebagai ajang sensasi. Karena ketika semakin kita mengikuti alurnya semakin mereka merasa senang karena berharap akan mendapatkan undangan di acar televisi 

Jadi teruntuk fans-fans K-Pop seharusnya kalian bersikap lebih objektif dan bijak lagi dalam menanggapi sesuatu Jadi bijaklah dalam menjadi fans, cukup mengidolakan bukan mendewakan.

  • “Sukai semunya  jangan salah satunya”-aforger
0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By MelodiRevannya

This statement referred from