Fenomena Cyber Bullying oleh Haters yang Dilakukan Sebagai Wujud Aksi Ketidaksukaannya Terhadap K-pop.

profile picture luh_anggi_marisa_dani
Humaniora - Sosial

Fandom atau biasa disebut denganFan Kingdom adalah tempat bagi para penggemar yang memiliki kesamaan hobi dalam menyukai sesuatu, seperti anime, manga dan K-pop. K-pop merupakan jenis genre musik yang berasal dari Korea Selatan dengan berbagai genre seperti ballad, hip-hop, R&B, semua genre merupakan ciri khas musik dari Korea. Saat ini K-pop sudah merebak ke kancah Internasional, penggemar K-pop hampir ada di setiap negara termasuk negara kita Indonesia. Pada tahun 2021, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penggemar K-pop nomor 1 terbanyak di dunia maya. Selain itu Indonesia berada di peringkat pertama dalam daftar negara dengan jumlah tweet tentang K-pop terbanyak selama dua tahun berturut-turut.

Namun dibalik banyaknya jumlah penggemar K-pop di Indonesia, ada saja beberapa oknum yang memang pada dasarnya mereka tidak menyukai K-pop dan mereka tidak bisa menghargai hobi orang lain bahkan mereka memiliki suatu niat buruk yang berujung pada yang namanya pembullyan kepada Kpopers ( nama bagi orang yang menyukai K-pop). Oknum ini biasanya disebut dengan Haters. Haters merupakan kata dari Bahasa Inggris yang diartikan sebagai pembenci atau orang yang tidak suka dengan segala sesuatu yang orang lain suka atau lakukan.

Haters K-pop biasanya akan terus terobsesi untuk berkomentar-komentar hal yang buruk tentang K-pop baik itu di media massa maupun dalam kehidupan nyata sehingga membuat Kpopers risih dan tidak nyaman. 

Menurut saya, perilaku seperti ini tentunya akan sangat berdampak buruk bagi Kpopers maupun si pembully. Tidak jarang Kpopers merasa takut untuk mengemukakan kesukaannya, akibat kata-kata yang diutarakan seperti dibilang terlalu fanatik karena menghabiskan uang untuk membeli album-album sang Idola. Namun menurut saya itu adalah hal wajar yang dilakukan seorang penggemar untuk menghargai karya Idolanya. Hal itu berdampak pada sikap mereka sehingga merasa tidak bisa bebas untuk mengekspresikan diri mereka karena enggan untuk diberi komentar buruk lagi. Selain itu perilaku seperti tidak mampu mengontrol emosi dan timbulnya adiksi gadget yang berujung pada penyalahgunaan internet juga bisa dialami oleh pelaku bullying. Adiksi gadget adalah suatu ketergantungan seseorang terhadap smartphone yang menyebabkan menghilangnya rasa ketertarikan orang tersebut dalam aktivitasnya sehari-hari.

( Gambar 1.1 Ungkapan Kpopers di platform medsos)

     sumber : Doc.pribadi

(Gambar 1.2 Akun-akun haters di platform tiktok)

          sumber: Doc.pribadi

Dari hal ini, kita dapat belajar bahwa setiap orang memiliki hak untuk menyukai segala hal sesuai dengan kemauan mereka. Kita tidak berhak mengatur ataupun memaksa apa yang orang inginkan hanya demi kesenangan sepihak. Apalagi sampai melakukan hal semacam Cyber Bullying sehingga menimbulkan kekacauan di dunia maya yang jejaknya tidak bisa kita hilangkan secara langsung. Hendaknya berpikir dulu sebelum bertindak, sehingga dampak negatif dari apa yang kita lakukan itu tidak menyebar dan merugikan orang lain. 

9 Agree 0 opinions
1 Disagree 0 opinions
9
1
profile picture

Written By luh_anggi_marisa_dani

This statement referred from