"FANATISME" MERUSAK RODA KEHIDUPAN SEORANG PENGGEMAR

profile picture vina_zora_apriliani
Humaniora - Sosial

Pernah kah kalian mengidolakan seorang penyanyi/artis papan atas? Mengapa kalian mengidolakan nya? Biasanya seseorang suka dengan idolanya karena karya yang dimilikinya seperti lagu, musik, serta kepribadian, hingga visualnya. Beberapa tahun belakangan banyak sekali remaja-remaja yang mengidolakan penyanyi luar negeri contohnya boy grup Korea atau yang sering kita sebut K-Pop. Seorang penggemar pasti akan merasa suka terhadap idolanya tetapi tidak sedikit penggemar juga mempunyai sikap berlebihan seperti fanatisme.

Bahkan seseorang rela mengeluarkan biaya yang besar untuk membeli barang dan bertemu dari idol nya seperti album, merchandise yang berjumlah fantastis demi mencetak kemenangan atas rekor artisnya, berani melanggar privasi artis dengan menjadi seperti Sasaeng fans. Pernyataan di atas merupakan contoh di atas merupakan perilaku fanatisme terhadap idola. Mengapa demikian? Fanatisme sendiri berati paham/ perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan. Fenomena dari fanatisme penggemar juga disebut dengan istilah celebrity worship. Jadi dari pernyataan di atas itu merupakan contoh-contoh dari tindakan atau sikap fanatisme terhadap idolanya. Karena dari tindakan tersebut kita dapat melihat bahwa penggemar terlalu berlebihan dalam mencintai idolanya mereka sampai mengeluarkan banyak uang yang berjumlah fantastis demi idolanya tanpa memikirkan baik atau buruknya dimasa depan.

Menurut celebrity attitude scale( MC Cutcheon dalam Brooks,2021) ada beberapa tingkatan fanatisme terhadap idolanya. Tingkatan tersebut terbagi menjadi 3 yaitu :

1. Tingkatan terendah dari fanatisme berupa entertainment-social yang berati mengidolakan publik figur murni hanya sebagai hiburan dan sumber untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Seperti untuk sekedar mengisi waktu luang dan menghilangkan rasa lelah. Contohnya seperti penggemar akan aktif mencari informasi mengenai idolanya melalui berbagai media sosial, pengemar akan senang membicarakan idolanya bersama teman, pengemar antusias menikmati karyanya.

2. Tingkatan yang kedua yaitu tingkatan menengah yang terdapat intense-personal yaitu tingkatan yang dimana para penggemar memiliki ketertarikan yang kuat dan mulai merasa ada untuk idolanya (Redmond dalam Brooks, 2021). Hingga memiliki perasaan instensif dan kompulsif pada segala sesuatu yang berhubungan dengan idola. Contohnya seperti rasa empati ketika idolanya sakit maka dia akan merasa sedih, menangis dan tidak bisa tidur memikirkan idolanya, melakukan tindakan imitasi yang berupa meniru sebagian dari idolanya seperti gaya berpakaian, gaya rambut, hingga gaya hidup dari idolanya.

3. Sedangkan tingkatan ke 3 yaitu tingkatan yang paling ekstrim adalah borderline-pathological yang artinya suatu kondisi penggemar yang over identification, memiliki delusi dan fantasi, dan mau melakukan apapun demi idolanya. Jadi pengemar akan merasa memiliki fantasi yang berlebihan/tidak terkontrol dan sering menganggap idolanya adalah miliknya seorang. Contohnya penggemar mulai berhalusinasi bahwa idolnya adalah suami/pacarnya sebagai hak miliknya, terlalu obsesi dengan idolanya sampai sang idola tidak boleh memiliki hubungan dengan orang yang dicintainya, menjadi Sasaeng fans.

Dampak negatif dari mengidolakan secara berlebihan :
1. Penggemar rela bergadang dan menghabiskan waktu dengan sia-sia didepan gadget agar tidak tertinggal berita terbaru tentang idolanya. 
2. Penggemar rela menghabiskan uang tabungannya untuk membeli barang-barang yang berhubungan dengan idolanya seperti album, merchandise, dan PC juga tiket konser yang berharga jutaan. 
3. Menyebabkan terganggunya kesehatan mental jika obsesi berlebihan. 
4. Membuat kinerja kerja dan belajar seseorang menjadi rendah.

Setelah membaca penjelasan di atas kalian pasti berfikir bahwa mengidolakan seseorang adalah perilaku negatif. Tetapi jangan salah, selain menimbulkan dampak negatif menurut penelitian ada dampak positif dari mengidolakan publik figur. Berikut dampak positifnya yaitu :

a. Penggemar akan menjadikan seseorang idolanya sebagai motivasi untuk sukses meraih cita-cita, mengembangkan hal hal positif dan kreatifitas. 
b. Bertemu dan berkenalan dengan teman
Seorang idola publik figure mempunyai banyak penggemar diberbagai daerah bahkan dunia. Jadi kita bisa saling berkomunikasi, membangun pertemanan dan juga bertemu dengan orang lain yang sama sama menjadi penggemar idola tersebut.
c. Merasakan hal-hal positif
Dimana dengan melihat postingan tentang idola kita akan merasa lebih tenang dan tersenyum hingga kita lebih mudah bahagia melalui hal-hal kecil yang bisa menghindarkan dari depresi.
d. Menjadikan idol kita role model dengan kemampuan yang dimilikinya.

Dampak positif tersebut akan kita rasakan ketika kita mengidolakan seseorang dengan sikap yang positif dan mencegah terjadinya dampak negatif. Berikut cara mencegah fanatisme terhadap idola yaitu dengan tetap menjadi pribadi yang religius dan patuh kepada Tuhan, lebih dekat dengan Tuhan, dan tidak terlalu mengedepankan idolamu.

Jadi dapat kita simpulkan dari penjelasan di atas mengidolakan seseorang bukan lah hal yang salah tetapi yang harus perlu diingat dan diperhatikan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dalam hal mengidolakan seseorang, jangan sampai rasa suka terhadap idolamu berubah menjadi obsesi yang malah akan berakibat fatal dan membuat dampak buruk bagi mu dan idolamu. Maka, pilih lah idola yang membuat mu menjadi lebih baik dan merasakan hal positif, jangan mengidolakan seseorang yang malah membuat mu tersesat.

3 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
3
0
profile picture

Written By vina_zora_apriliani

This statement referred from