Apa saja Faktor Penyebab Terjadinya Perilaku Bullying?

profile picture haqoni_jannati_adnin
Humaniora - Pendidikan

Bullying atau perundungan merupakan permasalahan yang tidak ada habisnya. Besag (1989) mendefinisikan bullying atau perundungan adalah perilaku seperti serangan berulang secara fisik, psikologis, sosial atau verbal oleh orang-orang yang memiliki posisi berkuasa terhadap mereka yang tidak berdaya untuk melawan dengan maksud untuk menyebabkan penderitaan bagi mereka dan sebagai keuntungan atau kepuasan sendiri. Masalah bullying atau perundungan memberikan banyak dampak negatif bagi korban maupun lingkungan sekitar.

Olweus (1998) menjelaskan faktor atau penyebab terjadinya perilaku bullying di sekolah adalah lingkungan yaitu pengamat, sistem, penyimpangan eksternal, kekuatan dan kelemahan, dan agresivitas. 

  1. Pengamat (Bystander)

Pada perilaku bullying yang terjadi di sekolah guru, teman sebaya, dan staf sekolah dapat berperan sebagai pengamat. Selain itu orang-orang di rumah juga memiliki peran dalam hal ini. 

2. Sistem

Ukuran sekolah atau kelas dan berbagai sistem yang dilakukan di sekolah kemungkinan dapat menjadi faktor perilaku bullying. Sistem yang berlaku dapat mempengaruhi tingkat permasalahan bullying yang terjadi. 

3. Penyimpangan Eksternal (External Deviations)

Penyimpangan eksternal (external deviations) yang dapat mempengaruhi perilaku bullying adalah penyimpangan yang negatif seperti bentuk tubuh, wajah, perkataan, dan lain-lain.

4. Kekuatan dan Kelemahan Fisik

Kekuatan dan kelemahan fisik termasuk ke dalam salah satu penyimpangan eksternal (external deviations) yang memiliki pengaruh pada perilaku bullying. Kekuatan dan kelemahan fisik dapat menjadi faktor yang membedakan kelompok pelaku dan korban. Korban biasanya lebih lemah secara fisik dan pelaku memiliki fisik yang lebih kuat dibandingkan kebanyakan dan korban. 

5. Agresivitas

Perilaku agresif merupakan bagian dari perilaku bullying sehingga agresivitas memiliki pengaruh pada perilaku bullying

Berikut merupakan faktor dan penyebab terjadinya perilaku bullying menurut Olweus. Maka dari itu untuk mengurangi dan menghentikkan terjadinya perilaku bullying perlu banyak peran yang berupaya dalam menghentikkan perilaku tersebut. Perilaku tersebut tidak mungkin terjadi tanpa alasan. Dan bukan tidak mungkin perilaku bullying dapat dikurangi bahkan dihentikkan.

Sumber :

Besag, V. E. (1989). Bullies and Victims in Schools. Milton Keynes: Open University Press.  

Olweus, D. (1993). Bullying at School: What We Know and What We Can Do. Blackwell Publisher: Oxford, UK. 

0 Agree 0 opinions
0 Disagree 0 opinions
0
0
profile picture

Written By haqoni_jannati_adnin

This statement referred from