Mutlaknya Eksistensi Tuhan
Keberadaan Tuhan itu hal yang mutlak tidak bisa di ganggu gugat dan tidak bisa di sangkal. Dilihat dari bentuk kasih dan karunia nya kepada setiap manusia. Apa kasih dan karunia yang paling terlihat untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada yaitu Nafas Kehidupan. Nafas yang setiap saat kita lakukan secara sadar dan tidak sadar adalah bukti Tuhan itu ada dan nyata dalam bentuk kasih karunia nya kepada manusia.
Sebagian manusia mungkin tidak menyadari bahwa itu adalah kuasa Tuhan. Namun, Tuhan tidak membutuhkan pengakuan dari manusia, karna Tuhan punya hak lebih untuk mengkontrol semuanya. Terlebih dalam hal yang bersifat rohani, keberadaan Tuhan sangat mudah diketahui keberadaan nya. Contohnya adalah ketika kita sedang dalam masalah yang berat dan kita membutuhkan ketenangan pikiran. Kita memiliki kesempatan untuk berdoa, berkomunikasi dengan Tuhan, memohon ketenangan, maka tanpa berlama-lama Tuhan akan memberikan rasa tenang yang sangat penting itu untuk kita.
Kita hidup berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun, tapi kita selalu dalam kondisi sehat dan dijauhkan dari segala hal-hal berbahaya itu adalah bukti nyata bahwa Tuhan itu ada sebagai Pencipta yang selalu melindungi ciptaan-Nya. Keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan secara sains, misalnya dilacak keberadaan-Nya. Namun, jika membuktikan adanya Tuhan dengan memaknai perlindungan, kasih, karunia, berkat, serta kuasa Nya, maka kita dapat melihat dan merasakan Tuhan itu nyata.
Tuhan bersifat rohani, maka dengan rohani juga kita sebagai manusia daat mengenali Tuhan, mengetahui Tuhan, dan melihat adanya Tuhan. Secara nyata, kita tidak dapat menemukan Tuhan, karena tubuh Tuhan bukanlah tubuh biasa yang seperti manusia, tubuh Tuhan dalam bentuk kuasa dan hasil dari sabda firman Allah, oleh sebab itu mengapa Tuhan bisa terangkat ke surga dan tidak tertinggal tubuh yang bersifat duniawi.
Kita tidak akan pernah mampu mencari bentuk Tuhan secara nyata, karena itu merupakan hal yang diluar kekuatan kita sebagai manusia, manusia diciptakan sempurna tapi tidak lebih melebihi batasan daripada Tuhan, sesempurna apapun ciptaan Tuhan, manusia tetap memiliki batasan terlebih mengenai pemikiran tentang kehendak Tuhan yang jauh diluar nalar.
Namun, untuk membuat manusia dapat berpikir bahwa Ia ada, Tuhan memberikan bentuk daripada kekuatan-Nya kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini, agar seluruh umat manusia dapat merasakan dan mendapatkan pengertian bahwa Tuhan itu benar-benar ada. Jika Tuhan tidak ada, maka dunia juga tidak akan ada, dunia adalah hasil dari perbuatan tangan Tuhan yang luar biasa, yang mana kita tidak pernah mampu untuk menarasikan bagaimana Tuhan mampu menciptakan hal yang besar ini dan hanya mampu di artikan sendiri oleh Tuhan.
Adanya kejahatan dan karma serta hukum tabur tuai tidak membuat keberadaan Tuhan itu luntur, kejahatan ada karena ada campur tangan iblis atau setan yang menggoda manusia, lantas kenapa Tuhan tidak melenyapkan Iblis yang mengganggu itu. Tuhan memberikan manusia akal dan pikiran untuk dapat memilah mana yang baik dan yang buruk, mana yang layak dilakukan atau tidak layak, manusia diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk memilih. Dan pada akhirnya Tuhan akan memberikan karma terhadap perbuatan manusia di muka bumi, jika manusia berbuat baik maka akan diberikan timbal balik yang baik dari Tuhan, sebaliknya jika manusia berbuat buruk, maka Tuhan akan memberikan efek buruk juga kepada manusia, hal itu semata-mata agar manusia bisa sadar dan tidak melakukan kejahatan lagi. Tuhan memiliki kasih tapi penerapan kasih-Nya pada manusia tidak dengan langsung mengampuni, karena itu akan membuat manusia manja dan senang berbuat jahat, lagipula kita sudah tahu untuk mencapai sesuatu yang masyur harus melalui banyak rintangan dan tidak mudah, disini masyur berarti "Hidup Kekal di Surga".
Berbicara tentang surga tentu saja berbicara tentang neraka. Surga dan neraka tidak bisa dipisahkan, karena berhubungan dengan perbuatan baik dan jahat yang menaungi seluruh manusia. Adanya surga dan neraka memang tidak bisa kita buktikan, karena kita tidak bisa langsung pergi membuktikannya secara mudah, tidak seperti kita menuju tempat wisata yang sudah tahu letaknya, surga dan neraka tidak memiliki tempat yang memastikan mereka ada. Dan hanya dengan roh saja kita bisa melihat keberadaan surga dan neraka, tentu saja ketika kita telah meninggal. Surga menjadi tempat perhentian seseorang yang berbuat baik dan mengikuti aturan Tuhan selama di dunia, neraka menjadi tempat kekal untuk pelaku kejahatan di muka bumi. Dosa sudah mutlak ada dan upah dosa ialah maut dimana neraka menjadi tempat bersemayam. Ketika kita berbuat hal baik maka ada hal yang yang kita dapat, begitu juga dengan perbuatan, ketika kita berbuat baik didunia maka surga menjadi tempat terakhir.
Mengenai teori-teori yang saat ini sudah menjadi isi pemikiran manusia adalah hasil dari manusia, teori ini hasil ciptaan manusia, yang mana ini merupakan penyangkalan akan bagaimana manusia sebenarnya tercipta. Secara logika, manusia itu berasal dari Tuhan, lantas bagaimana manusia mampu menciptakan penarasian yang tidak rasional itu. Teori itu hanya untuk menutupi rasa penasaran manusia akan terjadi dan terciptanya manusia, karena manusia tidak mampu menarasikan bagaimana cara kerja Tuhan saat penciptaan. Maka, manusia menciptakan teori dari pemikiran-pemikiran duniawi agar tidak terlalu sulit untuk menjelaskan bagaimana perjalanan manusia dari awal hingga saat ini.
Mengenai Roh? Roh Tuhan adalah Roh Maha Kudus, yang kita sebagai manusia tidak mampu mencapai pemikiran Tuhan dan bagaimana cara Tuhan berada di setiap sisi di muka bumi ini untuk menjaga ciptaannya. Roh Kudus mampu bekerja untuk seluruh ciptaaan Tuhan dalam waktu bersamaan, karena Tuhan ada diatas segala-galanya. Tuhan memiliki kekuatan yang tidak bisa di nilai oleh manusia sehingga setiap perbuatan Tuhan, manusia tidak bisa ingin mengetahui bagaimana pekerjaan nya terselesaikan. Sekali lagi tidak bisa, manusia tidak memiliki pemikiran sejauh itu.
Khayalan atau Tuhan adalah ciptaan manusia di masa lalu bukanlah konsep yang tepat untuk menandakan adanya Tuhan. Kitab suci dan Tuhan sendiri berasal dari Roh Allah, Roh Allah adalah unit tertinggi di semesta ini, semua yang ada, yang telah ada, dan yang sudah usai berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Firman atau Sabda Allah terbentuk atas dasar pemikiran Allah itu sendiri, Tuhan adalah bentuk Allah yang nyata yang diturunkan ke dunia untuk memperbaiki dan memberi aturan-aturan pada kitab suci dan kehidupan manusia.
Hukum sebab akibat yang diterapkan semua agama di dunia umum. Namun, adanya Tuhan menjadikan hukum ini lebih hidup, yaitu ada hak tertinggi yang dimiliki Tuhan untuk mengetuk palu saat hukum ini di berlakukan pada manusia.
Kesimpulannya adalah Eksistensi Tuhan itu mutlak. Manusia tidak diajarkan untuk meragukan Tuhan, tapi bagaimana menyembah, bagaimana menerapkan hukum-hukum Nya di dunia ini dengan baik.
Segala sesuatu di semesta ini dibawah kendali Allah sang pencipta.