EKSISTENSI TUHAN YANG MASIH SERING DIPERDEBATKAN. INI LAH JAWABANNYA
Berbicara mengenai eksistensi tuhan masih sering menjadi terbayang dan perbedaan pendapat tak kunjung selesai. Pada umumnya itu wajar, karena masalah ini berkaitan dengan keyakinan dari masing-masing diri sendiri yang pasti berbeda beda. Semakin banyak mahasiswa semakin banyak pula pemikiran baru yang akan membantu kita dalam memperbarui sub topik yang sering diperbincangkan, salah satunya sub topik keberadaan Tuhan/Dewa.
→ Cara membuktikan keberadaan Tuhan/Dewa itu ada secara rasional dengan kelima indra manusia.
Menurut pendapat saya, untuk membuktikan keberadaan Tuhan/Dewa ini bisa dibagaikan seperti akal, roh, dan perasaan. Kita percaya akal itu ada tapi kita tidak tahu bentuk akal, kita percaya roh itu ada, tapi kita tidak tahu juga wujud roh itu seperti apa. Kita percaya karena kita merasakan dengan keyakinan kita sendiri, jika akal digunakan untuk berpikir didalam otak maka otak adalah wadahnya, jika roh digunakan untuk melengkapi jasad maka jasad adalah wadahnya. Begitupun dengan Tuhan, jika kita sebagai makhluk yang diciptakan maka Tuhan lah sebagai wadahnya, yang menampung semua hal dalam diri kita dan tau apa yang ditampungnya.
→ Alasan adanya hukum karma/tabur tuai/azab
Karena Tuhan itu adil. Jika semua makhluk diampunkan, apa yang bisa menjadi perbedaan antara manusia baik dengan manusia jahat. Maka dari itu adanya azab, supaya makhluk yang sangat banyak ini bisa teratur dan takut akan penguasa karma. Dan jika kita percaya karma itu berlaku berarti kita percaya pada zat yang melakukan aksi tersebut. Jika itu hukum alam, menurut saya mustahil alam bergerak begitu saja tanpa ada yang menggerakkan.
Menurut Budhi (2008), dalam kehidupannya manusia perlu menyadari bahwa hukum alam yang melingkupinya bukan hanya memberi kesan keteraturan, melainkan juga bisa menyebabkan malapetaka bagi manusia.
→ Alasan mengapa kejahatan tidak dilenyapkan oleh tuhan/dewa
Karena adanya makhluk jahat yang memprovokasi kita tanpa wujud dan seringkali dia memprovokasi langsung lewat hati manusia. Hati manusia sangat peka akan sesuatu hal, semua sifat yang baik maupun jahat itu hanya terdapat di hati.
Pada umumnya manusia mengikuti salah satu dari 2 macam yaitu apa kata hati atau apa kata pikiran. Dengan hati, manusia akan memakai perasaan untuk melakukan sesuatu, jika perasaan itu baik maka badan manusia akan melakukan hal yang baik, jika perasaan dalam hati itu buruk maka tubuh manusia akan melakukan hal yang buruk pula. Begitupun pikirannya, akal yang berpikir bijak dan panjang tidak akan melakukan hal yang buruk.@@Makanya seringkali pembunuhan terjadi karena di dalam hati mereka buruk, tidak ada rasa takut dan iba dan karena sudah terpancing oleh makhluk jahat tersebut. Mengapa makhluk jahat tidak berwujud itu diciptakan?. Karena untuk mengetahui seberapa dalam keimanan masing-masing manusia.
→ Alasan teori terciptanya manusia dalam suatu ajaran yang berbeda beda
Karena balik lagi ke awal kalau manusia itu punya keyakinan berbeda beda, pola pikir yang beda, bahkan ide pemilihan kata pun selalu berbeda meski satu tujuan.
Tidak adanya penjelasan yang jelas mengenai peristiwa pada zaman purba karena mereka belum mengenal tulisan dan jarang adanya berita yang diceritakan, beda dengan sekarang berita yang tersebar dengan cepat.
→ Cara membuktikan adanya Surga dan Neraka/Nirwana dan sejenisnya
Beberapa penganut agama yang matisuri melihat jelas surga dan neraka itu ada, meskipun misalkan mereka berbohong,Tetapi keyakinan yang ada di dalam diri seorang yang beragama tidak diragukan lagi, tentu yakin surga dan neraka itu ada. Dengan berpedoman bahwa yang baik akan masuk surga dan yang jahat akan masuk neraka.
→ Alasan manusia melakukan perbuatan jahat tanpa rasa takut. Dan alasan tuhan/dewa tidak bekerja langsung mengajarkan manusia yang jahat
Berarti mereka belum sepenuhnya takut kepada sang pencipta. Mereka itu berilmu tapi tidak beramal, mereka mengerti tapi abai. Pikiran dan hati mereka sudah paham tentang dunia, jika mereka sepenuhnya tentang akhirat mereka pasti akan menghilangkan masalah dunia yang tidak penting dan menimbulkan dosa.
Miris, mendapat keringanan hukuman tapi masih bisa hidup enak, jika kekayaan itu kekal dan merasa kekuatan paling utama.
Tuhan tidak bekerja secara langsung karena ada karma, tuhan bekerja secara tidak langsung melalui orang yang akan menghukum dan menegurnya.
Manusia memiliki kebebasan untuk mengatur kehidupannya sendiri. Tuhan pun membebaskan manusia untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk (Agni Rahadyanti, 2008)
→ Cara membuktikan Tuhan/dewa dibanyak tempat
Tuhan itu segala maha. Jika hidup saja itu bisa ada akhir maka maha hidup tidak ada akhir alias hidup selalu. Selain maha hidup, juga ada maha melihat, maha mendengar, itu memang ciri ciri tuhan. Melihat ada batas penghalang dan arah, maha melihat bisa melihat diluar jangkauan yang melihat saja, begitu pun mendengar ada batas jarak dan volume, kalau maha mendengar tidak ada batasan jarak dan volume Tidak ada yang tidak mungkin, karena kekuatan hanya milik tuhan, tuhan bisa segalanya, tuhan bisa menjadikan yang mustahil bisa terjadi. Karena Tuhan adalah pengatur, pemilik, penguasa, pencipta alam semesta.
Untuk apa kita meragukan tuhan jika bukti adanya Tuhan itu nyata walau cuma beberapa orang yang sangat menyadarinya.
Agama dianut karena percaya akan tuhan, dan jika tidak ada agama maka dipastikan dunia lebih hancur dari sekarang. Karena dibalut agama lah manusia masih mempunyai empati dan sifat bersyukur.
Kitab suci memang sejatinya ditulis manusia, tetapi tidak ada manusia yang bisa menyerupai kitab suci tersebut, karena terjamin kemurnian dan kebenarannya. Contohnya kitab suci bisa mengetahui apa yang terjadi di masa depan, dan apa yang terjadi di masa sebelum adanya tulisan.
Bukan lagi mengaku mendapat Ilham atau wahyu tetapi memang itu terjadi melalui perantara tuhan yang disebut malaikat.
→ Lantas apa yang menyebabkan terjadinya Tuhan/Dewa
Yang menyebabkan adanya Tuhan/dewa adalah untuk mendamaikan manusia. Karena semua agama melarang umatnya untuk menghindari kekerasan, tidak ada agama yang melarang umatnya untuk membunuh dan melukai manusia.
Logika saja, percaya sama manusia itu tidak pasti dan ada batasnya, maka dari itu percaya sama yang di atas lebih baik, karena tidak ada suap di antara manusia dan tuhan, jika tetap apa yang dilakukan tuhan mudah percayalah mungkin itu rencana yang di atas dengan menggantikan kita yang lebih baik. Yang diatas tau yang kita inginkan tapi dia lebih tau yang kita butuhkan.