Berbicara Mengenai Eksistensi Tuhan secara Sederhana
Eksistensi Tuhan. Dua kata yang sangat menarik untuk dibahas meski sebenarnya ini termasuk pembahasan yang tidak sembarangan. Eksistensi adalah keberadaan, sementara Tuhan adalah yang Maha Sempurna dan Maha Segalanya serta wajib disembah oleh umatnya.
Kita semua tahu bahwa di dunia ini banyak sekali orang yang meyakini dan mempercayai keberadaan Tuhan, tetapi tidak sedikit pula orang yang meragukan atau bahkan sama sekali tidak mempercayai adanya Tuhan dengan alasan tidak ada bukti nyata bahwa Tuhan itu ada.
Namun itu adalah hal yang wajar ketika setiap individu memiliki pendapatnya masing-masing. Yang terpenting kita tidak usah saling menyalahkan pendapat satu sama lain.
Bagi saya sendiri, saya meyakini dan mempercayai adanya Tuhan yang Maha Segalanya dan Maha Berkuasa di seluruh alam ini. Bukan tanpa alasan, saya justru memiliki alasan yang menurut saya masuk akal dibalik keyakinan saya terhadap eksistensi Tuhan.
Pertama, Tuhan itu jelas ada meski tidak terlihat oleh kasat mata manusia. Lantas apa yang membuat saya sangat yakin bahwa Tuhan itu ada padahal saya sendiri belum pernah melihat-Nya? Jawabannya sederhana, dengan adanya kehidupan di muka bumi ini sudah cukup untuk menandakan eksistensi Tuhan. Karena Tuhan itu Maha Agung, Maha menciptakan dan Maha Segalanya. Maka Dia menciptakan segala hal yang ada di muka bumi ini hingga terciptanya sebuah kehidupan para makhluk mulai dari manusia, tumbuhan, hewan, dan lain sebagainya.
Kedua, Tuhan itu Maha Menciptakan. Bagaimana bisa ada kehidupan di dunia ini jika bukan karena Tuhan sebagai Sang Pencipta? Jika Tuhan tidak ada, maka kita semua juga tidak ada. Karena pada dasarnya makhluk manapun tidak bisa tercipta dengan sendirinya. Lalu siapa yang menciptakan kehidupan di alam semesta ini jika bukan Tuhan? Mulai dari proses terjadinya semua makhluk, baik yang terdahulu maupun yang akan datang, semua pasti ada yang menciptakan. Dan yang menciptakan itu adalah Tuhan karena tidak ada satupun manusia ataupun makhluk lain yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menciptakan segala hal yang sama dengan yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Ketiga, begitu banyak sesuatu hal dalam kehidupan manusia di dunia ini yang sangat kuat untuk membuktikan eksistensi Tuhan. Seperti adanya gerak bagi makhluk hidup tentu karena adanya penggerak pertama yaitu Tuhan sebagaimana yang tercantum dalam beberapa pendapat atau alasan untuk membuktikan keberadaan Tuhan yang dikemukakan oleh Thomas Aquinas.
Nah, beberapa alasan singkat diatas merupakan jenis pembuktian secara akal bahwa makhluk tidak akan terbentuk dengan sendirinya secara tiba-tiba tanpa ada asal muasal dan sebab musabab. Sementara untuk jenis pembuktian secara syariat sudah jelas dalam seluruh kitab suci yang diciptakan Tuhan (Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur'an) terdapat penyebutan tentang Tuhan yang berarti sebagai bukti kuat bahwa Tuhan itu memang ada, hanya saja indera kita sangat terbatas sehingga tidak mungkin dapat melihat Tuhan secara langsung.
Namun sebetulnya masih banyak sekali metode pembuktian wujud Tuhan, diantaranya seperti metode pembuktian secara ilmiah dan metode pembuktian wujud Tuhan dengan pendekatan astronomi.
Sedikit penjelasan tentang pembuktian wujud Tuhan dengan pendekatan astronomi adalah dengan mengamati sistem kerja tata surya. Mulai dari pergerakan benda alam bernama bulan yang jaraknya sekitar 240.000 mil dari bumi, yang bergerak mengelilingi bumi dan menyelesaikan setiap edarannya selama sekitar sebulan sekali. Lalu ada matahari yang berjarak sekitar 93.000.000.000 mil dari bumi dan berputar pada porosnya dengan kecepatan 1.000 mil per jam dan menempuh garis edarnya sepanjang 190.000.000 mil setiap satu tahun sekali. Di samping itu juga terdapat delapan planet tata surya, termasuk bumi, yang mengelilingi matahari dengan kecepatan luar biasa.
Jika hal-hal diatas tersebut dihubungkan dengan logika manusia, maka akan berkesimpulan bahwa sangat mustahil semua itu terjadi dengan sendirinya, karena sistem tata surya yang luar biasa dan terorganisir secara teliti akan membuat manusia berpikir bahwa di balik semua ini ada kekuatan maha dahsyat yang mampu membuat dan mengendalikan sistem tersebut, dan kekuatan maha dahsyat tersebut berasal dari Tuhan.
Dan tentunya untuk menyetujui banyaknya pendapat yang masuk akal manusia untuk membuktikan adanya Tuhan ini harus didasari oleh keimanan dan keyakinan yang ada dalam diri kita. Karena jika kita tidak memiliki keduanya untuk mempercayai keberadaan Tuhan, maka semua pendapat itu rasanya akan sia-sia karena pada dasarnya orang-orang yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan akan sulit menerima pendapat ataupun alasan apapun untuk membuktikan Tuhan itu ada.